Powered By Blogger

Sabtu, 05 Juni 2010

sitem saraf

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang hewan diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hewan invertebrata (tidak punya tulang belakang) dan hewan vertebrata (punya tulang belakang). Adapun contoh-contoh hewan invertebrata yaitu bintang laut, cacing, laba-laba dll. Kemudian khusus untuk hewan vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amfibhi, reptil, aves, dan mamalia. Dilihat dari segi anatomisnya tentunya hewan-hewan yang termasuk hewan vertebrata tentunya memiliki persamaan dan perbedaan yang tentunya dapat dikaji melalui ilmu anatomi perbandingan. Segi anatomis dapat dilihat dari aspek jaringan, organ, dan sistem organ.
Seperti kita ketahui sistem organ merupakan kumpulan organ yang bekerja sama satu sama lain dan memiliki tujuan tertentu. Adapun contoh-contoh dari sistem organ antara lain sistem otot, sistem rangka, sistem pencernaan dan lain sebagainya. Tentunya segi anatomis pada sistem organ memiliki kompleksitas yang cukup banyak oleh karena itu penulis hanya membahas khusus tentang anatomi perbandingan saraf.

2. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu saraf dan perkembangannya.
2. Untuk mengetahui apa itu neuroglia
3. Untuk mengetahui anatomi perbandingan saraf
4. Untuk mengetahui anatomi perbandingan saraf otonom


BAB II
PEMBAHASAN
   “SISTEM SYARAF ”
            Sistem saraf (Nervous System) merupakan salah satu sistem organ yang ada di tubuh kita.  layaknya sebuah sistem jaringan komunikasi, sel-sel saraf di setiap bagian dari tubuh memainkan peran dalam proses menanggapi rangsangan dan pengendalian otot-otot kita. Sistem saraf dibina lebih dari 80 jaringan saraf utama. Setiap jaringan saraf tersusun atas 1 juta neuron, yaitu unit fungsional sistem saraf (sel-sel saraf).
neuron
Neuron atau sel saraf memiliki bagian-bagian sel yang berbeda dengan tipe sel lainnya. Berikut bagian-bagian sel saraf beserta fungsinya dalam menghantarkan impuls (rangsangan) sebagai unit fungsional sistem saraf.
  1. Inti sel, merupakan struktur inti sel pada umunya yang di dalamnya terdapat asam nukleat (materi inti). Inti sel berperan sebagai pengatur segala aktifitas sel saraf.
  2. Badan sel (perykaryon), merupakan struktur utama dari sel saraf yang kaya akan sitoplasma dan di bagian tengahnya terdapat inti sel saraf. Badan sel berfungsi sebagai tempat metabolisme sel saraf.
  3. Dendrit, merupakan serabut pendek dan bercabang-cabang yang merupakan penjuluran badan sel pada badan sel. Dendrit berfungsi menerima dan menghantarkan rangsangan dari luar ke badan sel saraf.
  4. Neurit, merupakan serabut panjang hasil penjuluran badan sel yang mengandung struktur benang-benag halus yang disebut mikrofibril dan neurofibril. Mikrofibril dan neurofibril berfungsi untuk menjaga bentuk dan kepadatan sel saraf. Neurit atau yang sering dikenal akson memiliki peranan menghantarkan rangsangan dari badan sel saraf yang satu ke sel saraf lain. Rangsangan akan dihantarkan melalui akson dari satu sel saraf menuju dendrit dari sel saraf yang lain. Struktur neurit merupakan struktur yang lebih kompleks daripada dendrit. Neurit memeliki pembungkus yang disebut selaput myelin yang didalamnya terdapat sel Schwann. Bagian neurit yang tidak terbungkus oleh selaput myelin disebut nodus Ranvier.
uchr_02_img0126Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron dan saraf, yang memainkan peranan penting dalam koordinasi. Pada makhluk yang tidak memiliki otak, sistem saraf tidak menghasilkan atau menjalankan pikiran, gerakan dan emosi (lumpuh). Hubungan sel saraf satu dengan yang lainnya berupa sambungan atau synopsis dari axon saraf ke dendrite sel sebelahnya dan dari sambungan akan keluar horman sebagai neurotransmitter.
Rangsangan akan diteruskan dari sel saraf satu ke yang lainnya seperti jalannya listrik.. ujung saraf mengeluarkan neurotransmitter berupa acetylcoline sehingga saraf berikutnya terangsang dan rangsangan tersebut akan diteruskan kesaraf lain yang memiliki synapsis.



Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
 @   Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
 @   Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
 @   Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
 @   Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
 @   Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.
Pembagian dua macam saraf berupa:
  G   Dilihat dari letaknya, ada 2 macam saraf ialah saraf pusat (central) dan saraf tepi (perife). Saraf pusat berupa otak besar, oatk kecil, sum-sum tulang belakang, dan truncus sympaticus yang ada dikanan kiri vertebra. Sedangkan saraf tepi adalah saraf yang keluar dari saraf pusat.
  G   Dilihat dari jalannya rangsang, maka ada 2 macam saraf ialah saraf afferent dan saraf efferent. Meskipun serabut-serabut saraf yang keluar dari saraf pusat tampaknya 1 bundel tetapi didalamnya ada 2 smacam serabut.
  G   Dilihat dari dapat dirasakan atau tidak, ada 2 macam saraf ialah saraf sensible dan saraf autonom.
  G   Dilihat dari fungsinya, ada 2 macam saraf ialah saraf penerima rangsang atau sensoris dan saraf penggerak atau motoris. Alat khusus yang dapat menerima rangsang disebut reseptor, sedang yang menerima saraf penggerak disebut affektor.
Fungsi saraf ialah pusat pengatur, penerima rangsang, penghubung rangsang (transmisi), penggerak, maupun pusat kesadaran dan emosi (psychologis). Pada umumnya jalannya pacu dimulai dari penerima rangsang dilanjutkan kepusat, pada proses, dan kemudian menuju kepenggerak.
Panca indra adalah alat sensoris (penerima rangsang) dan dapat disadari (sensible). Macam-macam panca indra :
è Indara penglihat
è Indra pembau
è Indra pengecap
è Indra pendengar
è Indra perasa.
Indra perasa ini termasuk indra yang rangsangannya dari luar mauupun dari dalam. Sebenarnya ada saraf autonom juga berlaku proses seperti saraf sensible, tetapi seseorang tidak dapat merasakannya. Kenaikan kadar CO2 dalam darah tidak dapat dirasakan oleh saraf sensible tetapi diterima oleh indra yang tak termasuk bisa dirasakan dan akan ada proses yang terjadi misalnya kenaikan frekuensi nafas. Secara anatomi saraf akan tampak otak besar, otak kecil, sum-sum tulang  belakang, saraf yang keluar dari otak dan sum-sum tulang belakang yang berupa serabut saraf yang terdiri dari banyak serabut, akhiran saraf berupa receptor maupun effektor.
A. SARAF SADAR
            Saraf sadar adalah jaringan saraf yang dapat disadari/dirasakan/dikehendaki. Nama lain dari saraf ini ialah saraf sensible. Sensible berarti sense dan able, artinya dapat dirasakan. Baik sadar maupun tak sadar, pada umumnya ada 3 hal penting yaitu receptor (alat penerima rangsang), pusat, effektor (alat penerima perintah gerak). Dari ketiga hal penting tersebut ada jaringan saraf yang berupa serabut saraf penghubung antara kegga bagian tersebut berupa serabut yang keluar dari otak maupun dari sum-sum tulang belakang, ialah antara receptor pusat dan pusat effektor.
            Nama serabut saraf dari receptor ke pusat disebut serabut afferent, sedangkan serabut saraf yang membawa rangsang dari pusat ke effektor disebut serabut efferent. Effektor saraf sadar hanya berupa akhir saraf di otot sebagai penggerak otot, sehingga otot kadang-kadang disebut ppula sebagai effektor saraf sadar.
Saraf penglihat : receptor berupa retina yang terletak pada bola mata bagian belakang. Fungsi retina ialah menerima rangsangan berupa sinar yang masuk kedalam mata dan terjadilah proses perubahan diretina berupa rangsang dan rangssang ini dibawa oleh nervous opticus untuk menuju otak dan dipersepsi sebagai melihat benda.  Jadi fungsi mata ialah melihat. Fungsi lain dari mata ialah melihat 3 dimensi dan mempengaruhi keseimbangan tubuh. Melihat 3 dimensi ini penting sebab dengan melihat 3 dimensi seseorang dapat memperkirakan jarak benda tersebut dengan dirinya. Dalam mempengaruhi keseimbangan tubuh fungsi mata dapat mengakibatkan lebuih stabil dan lebih labil.
Saraf pendengar : saraf pendengar akan dapat memperkirakan asal suara dengan mendengarkan dan fungsi kedua telinga atau alat pendengar baik. Receptor saraf pendengar berupa ujung saraf yang ada ditelinga bagian dalam berupa organ corti. Pertama suara akan menyebabkan membrana tympani atau selaut gendang telinga bergetar, dan getaran suara akan dibawa oleh tulang maleus, incus, dan stapes. Stapes ini akan menggerakkan vestibulla yang berisi cairan dan akhirnya akan menggerakkan organ corti, kemudian rangsangan akan dibawa oleh nervous auditorius menuju pusat dan dipersepsikan sebagai suara yang didengar.
Saraf kinaestesi :  merupakan salah satu dari saraf perasa. Kine berarti gerak, aestisi berati rasa, jadi kineastesi berati rasa gerak. Receptornya berupa ujung saraf yang ada tendo, otot, dan perrsendian. Fungsi kinaestesi ini diantu oleh fungsi otak kecil (cerebellum), sehingga kerusakan pada otak kecil akan berakibat hampir sama dengan kelainan fungsi receptor.
Saraf keseimbangan : merupakan saraf yang jalannya bersama-sama dengan saraf pendengaran. Receptornya terletek tidak jauh dengan receptor pendengaran, tepatnya terletak pada telinga bagian dalam pada bangunan semicircular canal yang berakhir pada ampula. Di Ampula inilah terdapat receptor yang disebut crista. Yaang terdiri dari sel berambut dan memiliki otolith. Dalam semicircular terdapat cairan endolympe yang bisa mengalir jika kepala diputar. Fungsi utama dari recetor crista ialah untuk keseimbangan. Fungsi lainya adalah merasakan adanya perlambatan, percepatan, dan gerak putar.


     B. Refleksi dan Reaksi
Refleksi adalah jawaban terhadap rangsang yang tak disadari. Dan Reaksi adalah jawaban terhadap rangsang yang disadari. Dilihat dari batasan, reflek jelas bahwa jawaban atas rangsang tidak melewati pusat kesadaran, sedangkan reaksi merupakan jawaban atas rangsang pasti melewati pusat kesadaran lebih dahulu. Kalau waktu sadar mendahului waktu jawaban maka jawaban akan rangsang tersebut adalah reaksi, sedangkan kalau waktu sadar setelah waktu jawaban, jawaban atas rangsang tersebut adalah refek.
Ada beberapa kriteria untuk membedakan reflek dan reaksi:
1.        Perjalan waktu setelah ada rangsang : waktu reflek cepat, sedang turun reaksi lebih lambat.
2.        Macam gerakan : gerakan reflek monotor, sedang gerakan reaksi komplek sesuai dengan kemauan.
3.        Kesadaran : reflek pada umumnya sadar setelah jawaban, sedang reaksi sadar sebelum jawaban.
4.        Fungsi : reflek umumnya berfungsi perlindungan, sedang reaksi berfungsi tidak hanya sekedar perlindungan.
5.        Ajar atau latih : reflek tidak perlu diajar, sedangkan reaksi harus diajarkan.
Waku reaksi adalah lama waktu yang dipakai untuk menjawab rangsang setelah ia menerima rangsang. Rangsang ini umumnya berupa aba-aba ataupun setelah ia melihat sesuatu. Normal waktu reaksi kurang lebih 0,18 detik. Waktu reaksi dipengaruhi oleh:
è Sex, laki-laki lebih cepat dari perempuan
è Umur, orang tua lebih lamban
è Macam rangsang, suara lebih cepat dari rangsang sinar
è Kondisi, kelelahan menyebabkan reaksi lamban
è Keterlatihan, orang terlatih lebih cepat
è Type rangsang, rangsang bersarat menyebabkan lebih lambann
Hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan reaksi:
*      Aksi, adalah jawaban terhadap rangsang dimana rangsang berupa kehendak atau kemauan sendiri tanpa adanya rangsang dari luar
*      Antisipasi, ialah reaksi dimana rangsangannya diperkirakan
*      Automatisasi, ialah reaksi yang terlatih, memiliki waktu reaksi yang sangat cepat dan akurat
*      Feeling, ialah reaksi yang terlatih dimana fungsi kineastesi memberikan sumbangan besar
     C. SARAF TAK SADAR
Saraf tak sadar disebut juga saraf autonom. Ada 2 macam saraf otonom : saraf sympatis dan syaraf parasympatis, biasanya kerja kedua saraf tersebut berlawanan. Seperti halnya saraf sadar ada 3 hal penting yang harus diketahui: receptor, pusat, faktor. Receptor saraf otonom antara lain: baroremeter merecepto, thermoreceptor maupun receptor lain yang tidak bisa dirasakan oleh kesadaran.
Pusat saraf sympatis berupa untaian simpul saraf yang ada dikanan kiri vertebra atau truncus sympaticus, sedangkan pusat saraf parasympatis ada di otak dan sum-sum tulang belakang bagian bawah. Karena jawaban atas rangsang terhadap receptor dan rangsangannya dibawa kepusat sympatis atau parasympatis, setelah itu rangsang dijawab dan dibawa oleh serabut efferent otonom menuju affektor tanpa melalui pusat kesadaran, maka jawaban tersebut pasti merupakan reflek. Sifat saraf sympatis terhadap jantung adalah memacu, pembuluh tepi darah melebarkan.
types-of-neuron-in-human
Fungsi Saraf Otonom
Sistem Saraf Parasimpatik
Sistem Saraf Simpatik
· Mengecilkan pupil
· Menstimulasi aliran ludah
· Memperlambat denyut jantung
· Membesarkan bronkus
· Menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan
· Mengerutkan kantung kemih
· Memperbesar pupil
· Menghambat aliran ludah
· Mempercepat denyut jantung
· Mmengecilkan bronkus
· Menghambat sekresi kelenjar pencernaan
· Menghambat kontraksi kandung kemih

Contoh Gejala saraf tak sadar:
Seseorang kemungkinan melakukan gerakan yang melibatkan tangan, kaki, atau daerah lain. Gerakan tersebut meliputi:
* Gerakan yang berulang
* Dorongan yang sangat kuat untuk membuat gerakan
* Gerakan meliputi:


è ---Berkedip
è ---Mengepalkan kepalan tinju
è ---Hidung melebar
è ---Menyeringai
è ---Menyentak lengan
è ---Menendang
è ---Membuka mulut
è ---Menaikkan alis
è ---Mengangkat bahu
è ---Menjulurkan lidah


Sedangkan bersuara tak sadar meliputi:


* Mendengus
* Mendesis
*Mengerang





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1. Sistem saraf terbagi ke dalam sistem saraf sadar, reflek dan reaksi dan saraf tak sadar atau saraf autonom.
2. Neuroglia (berasal dari nerve glue) mengandung berbagai macam sel yang secara keseluruhan menyokong, melindungi dan sumber nutrisi sel saraf (neuron) pada otak dan Medulla spinalis. Neurolemma adalah membran sitoplasma halus yang dibentuk oleh sel-sel Schwann yang membungkus semua neuron SST (bermyelin atau tidak bermyelin). Neurolemma merupakan struktur penyokong dan pelindung bagi tonjolan saraf. Adapun anatomi perbandingan dari medulla spinalis, sebagai berikut: Amphioxus, Cyclostomata, Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves , Mammalia. Anatomi Perbandingan dari nervi spinalis, sebagai berikut: Amphioxus, Cyclostomata, Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves , Mammalia.
3. Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.
A.   MENGAPA MANUSIA HARUS DIDIDIK/MENDIDIDK
1.    TEACHING.BMPDASAR BIOLOGIS
a.   Insting
b.   Adaptasi
c.    Mencapai kebebasan fisisk
Implikasinya
a.   Perlunya bantuan dari orang lain agar lebih berbudaya
b.   Perlunya perlindungan
c.    Kemanpuan peserta didik
 

2.    DASAR SOSIO  ANTROPOLOGIS
Implikasinya
a.   Perlunya transformasi
b.   Perlunya transmisi budaya
c.    Perlunya internalisasi budaya
d.   Perlunya kontrol sosial untuk pelestarian budaya
e.   Pendidikan = personalisasi budaya
  MANUSIA SEBAGAI
  ANIMAL EDUCATION
B.   MENGAPA MANUSIA DAPAT  DIDIK
1.    DASAR  BILOGIS
a.   Bersifat lentur
b.   Mempunyai otak yang besar dengan permukaan yang sangat luas
c.    Mempunyai pusat syaraf yang berfungsi berfungsi berhubungan dengan perbuatan berfikir
Implikasinya
a.   Menerima bantuan yang tertuju pada belajar
b.   Pendidikan dapat menyesuaikan organisme biologis
c.    Pendidikan berkenaan dengan pelancaraan kerjaa kerja susunan syaraf
BACK.GIF

Selasa, 18 Mei 2010

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Alqur’an
Al-quran berasal dari kata : Qara-a, Yaqra-u, Qur’an, yang berarti bacaan atau yang dibaca. Bila dibaca “Qu’ran”saja tanpa al, ia berarti nama semua bacaan yang dibaca. Sedangkan al-Quran dengan tambahan al yang dimaksudkan adalah kalam allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw dalam bahasa Arab. Secara terminologis al-quran adalah kalam allah yang diturunkan kepada Nabi terakhir, Muhammad Saw melalui perantara malaikat jibril, tertulis dalam mushaf, sampai kepada manusia secara mutuwatir, dimulai dengan surat al fatihah dan dtutup dengan surat an-Naas, dan membacanya bernilai ibadah.             Dari definsi diatas dapat ditarik kesimpulan sbb:
1)      Al-quran adalah kalam allah, bukan perkataan atau karangan Nabi, bukan pula karangan atau perkataan malaikat jibril. Ketika  al-quran turun, nabi muhammad Saw dan para sahabatnya menghafal dan menulis Al-quran. Beliau melarang mereka menghafal dan menulis selain Al-quran. Hal ini semata-mata untuk menjaga kemurnian Al-quran. Dengan demikian tidaklah benar anggapan orientalis bahwa al-quran itu karangan Nabi Muhammad SAW.
2)      Al-quran diturunkan kepada Nabi terakhir, Muhammad Saw, yaitu Muhammad bin Abdullah yang lahir di Mekah tahun 571 M. Dikatakan terakhir karena beliau adalah nabi dam rasul terakhir, penutup para nabi dan rasul.
3)      Al-quran diturunkan oleh allah melalui perantara malaikkat jibbril secara Muhammad Saw. Jadi tugas jibril hanya menyampaikan wahyu Allah.
4)      Al-quran sejak turunnya, selain  dihafal oleh para sahabat nabi juga ditulis dalam lemmbaran-lembaran (shuhuf) yang berbeda-beda, seperti diatas pelepah kurma, kulit binaatang, daun dan diatas batu.yang kemudian dikumpulkan dalam satu mushaf.
5)      Al-quran disampaikan kepada manusia secara muntawatir atau terus-menerus diturunkan dari generasi kegenerasi dalam keadaan tetap dan terjaga, sehingga keaslian Al-quran tetap terjamin sampai akhir zaman.

Al-Quran merupakan Kalam Allah yang mengandungi ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibrail untuk disampaikan kepada semua manusia. Al-Quran merupakan mukjizat yang paling agung yang telah mendapat jaminan daripada Allah SWT akan kekal terpelihara.
Terdapat lebih daripada 10 nama Al-Quran dirakamkan oleh Allah dalam kitabNya. Nama-nama itu menepati ciri-ciri dan kriteria Al-Quran itu sendiri.
1. Al-Kitab (Kitab)
Perkataan Kitab di dalam bahasa Arab dengan baris tanwin di akhirnya (kitabun) memberikan makna umum iaitu sebuah kitab yang tidak tertentu. Apabila ditambah dengan alif dan lam di depannya menjadi (Al Kitab) ia telah berubah menjadi suatu yang khusus (kata nama tertentu). Dalam hubungan ini, nama lain bagi Al-Quran itu disebut oleh Allah adalah Al-Kitab.
 
Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, (menjadi) petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (al-Baqarah: 2)
2. Al-Hudaa (Petunjuk)
Allah SWT telah menyatakan bahawa Al-Quran itu adalah petunjuk. Dalam satu ayat Allah menyatakan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia (2:185) dan dalam satu ayat yang lain Allah nyatakan ia sebagai petunjuk bagi orang-orang betaqwa. (3:138 )
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) … (al-Baqarah: 185)
3. Al-Furqan (Pembeda)
Allah SWT memberi nama lain bagi Al-Quran dengan Al-Furqan beerti Al-Quran sebagai pembeda antara yang haq dan yang batil. Mengenali Al-Quran maka kesannya sewajarnya dapat mengenal Al-Haq dan dapat membedakannya dengan kebatilan.
 
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hambaNya (Muhammad) … (al-Furqan: 1)
4. Ar-Rahmah (Rahmat)
Allah menamakan Al-Quran dengan rahmat kerana dengan Al-Quran ini akan melahirkan iman dan hikmah. Bagi manusia yang beriman dan berpegang kepada Al-Quran ini mereka akan mencari kebaikan dan cenderung kepada kebaikan tersebut.
Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar serta rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian. (al-Isra: 82)
5. An-Nuur (Cahaya)
Panduan yang Allah gariskan dalam Al-Quran menjadi cahaya dalam kehidupan dengan mengeluarkan manusia daripada taghut kepada cahaya kebenaran, daripada kesesatan dan kejahilan kepada kebenaran ilmu, daripada perhambaan sesame manusia kepada mengabdikan diri semata-mata kepada Yang Maha Mencipta dan daripada kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat.
Dengan kitab itulah Allah member petunjuk kepada orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari kegelapaan kepada cahaya dengan izinNya dan menunjukkan ke jalan yang lurus. (al-Maidah: 17)
6. Ar-Ruuh (Roh)
Allah SWT telah menamakan wahyu yang diturunkan kepada rasulNya sebagai roh. Sifat roh adalah menghidupkan sesuatu. Seperti jasad manusia tanpa roh akanmati, busuk dan tidak berguna. Dalam hubungan ini, menurut ulama, Al-Quran mampu menghidupkan hati-hati yang mati sehingga dekat dengan Penciptanya.
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) Ruuh (Al-Quran) dengan perintah Kami, … (ash-Shura: 52)
7. Asy-Syifaa’ (Penawar)
Allah SWT telah mensifatkan bahawa Al-Quran yang diturunkan kepada umat manusia melalui perantara nabi Muhammad SAW sebagai penawar dan penyembuh. Bila disebut penawar tentu ada kaitannya dengan penyakit. Dalam tafsir Ibnu Kathir dinyatakan bahawa Al-Quran adalah penyembuh dari penyakit-pnyakit yang ada dalam hati manusia seperti syirik, sombong, bongkak, ragu dan sebagainya.
Wahai manusia! Sungguh, telah Kami datangkan kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (Yunus: 57)
8. Al-Haq (Kebenaran)
Al-Quran dinamakan dengan Al-Haq kerana dari awal hingga akhirnya, kandungan Al-Quran adalah semuanya benar. Kebenaran ini adalah datang daripada Allah yang mencipta manusia dan mangatur system hidup manusia dan Dia Maha Mengetahui segala-galanya. Oleh itu, ukuran dan pandangan dari Al-Quran adalah sesuatu yang sebenarnya mesti diikuti dan dijadikan priority yang paling utama dalam mempertimbangkan sesuatu.
Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (al-Baqarah: 147)
9. Al-Bayaan (Keterangan)
Al-Quran adalah kitab yang menyatakan keterangan dan penjelasan kepada manusia tentang apa yang baik dan buruk untuk mereka. Menjelaskan antara yang haq dan yang batil, yang benar dan yang palsu, jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Selain itu Al-Quran juga menerangkan kisah-kisah uma terdahulu yang pernah mengingkari perintah Allah lalu ditimpakan dengan berbagai azab yang tidak terduga.
Inilah (Al-Quran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk kepada seta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Baqarah: 138 )
10. Al-Mau’izhah (Pengajaran)
Al-Quran yang diturunkan oleh Allah adalah untuk kegunaan dan keperluan manusia, kerana manusia sentiasa memerlukan peringatan dan pelajaran yang akan membawa mereka kembali kepada tujuan penciptaan yang sebenarnya. Tanpa bahan-bahan pengajaran dan peringatan itu, manusia akan terlalai dan alpha dari tugasnya kerana manusia sering didorong oleh nafsu dan dihasut oleh syaitan dari mengingati dan mentaati suruhan Allah.
Dan sungguh Kami telah mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mahu mengambil pelajaran? (daripada Al-Quran ini).(al-Qamar: 22)
11. Adz-Dzikr (Pemberi Peringatan)
Allah SWT menyifatkan Al-Quran sebagai adz-dzikra (peringatan) kerana sebetulnya Al-Quran itu sentiasa memberikan peringatan kepada manusia kerana sifat lupa yang tidak pernah lekang daripada manusia. Manusia mudah lupa dalam berbagai hal, baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan sesame manusia mahupun lupa terhadap tuntutan-tututan yang sepatutnya ditunaikan oleh manusia. Oleh itu golongan yang beriman dituntut agar sentiasa mendampingi Al-Quran. Selain sebagai ibadah, Al-Quran itu sentiasa memperingatkan kita kepada tanggungjawab kita.
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-zikra (Al-Quran) dan Kamilah yang akan menjaganya (Al-Quran). (al-Hijr: 9)
12. Al-Busyraa (Berita Gembira)
Al-Quran sering menceritakan khabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan menjalani hidup menurut kehendak dan jalan yang telah diatur oleh Al-Quran. Khabar-khabar ini menyampaikan pengakhiran yang baik dan balasan yang menggembirakan bagi orang-orang yang patuh dengan intipati Al-Quran. Telalu banyak janji-janji gembiran yang pasti dari Allah untuk mereka yang beriman dengan ayat-ayatNya.
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). (an-Nahl: 89)

3. Nuzul Al-Quran (Turunnya Al-Quran)
Allah SWT menurunkan Al-Qur'an dengan perantaraan malaikat jibril sebagai pengentar wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di gua hiro pada tanggal 17 ramadhan ketika Nabi Muhammad berusia / berumur 41 tahun yaitu surat al alaq ayat 1 sampai ayat 5. Sedangkan terakhir alqu'an turun yakni pada tanggal 9 zulhijjah tahun 10 hijriah yakni surah almaidah ayat 3.
Alquran turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik beberapa ayat, langsung satu surat, potongan ayat, dan sebagainya. Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yang ada atau sesuai dengan keperluan. Selain itu dengan turun sedikit demi sedikit, Nabi Muhammad SAW akan lebih mudah menghafal serta meneguhkan hati orang yang menerimanya. Lama al-quran diturunkan ke bumi adalah kurang lebih sekitar 22 tahun 2 bulan dan 22 hari
Ada beberapa hikmah Al-quran diturunkan kebumi secara berangsur-angsur:
Ü  Bagi Rasullulah Saw:
a.       meringankan beliau dalam menerima wahyu
b.      memudahkan beliaudalam menjelaskan kandungannya serta mencontohkan pelaksanaanya
c.       meneguhkan hati beliau dalam menghadapi tantangan dakwah
Ü  bagi Umat:
a.       memudahkan mereka menghafalnya
b.      memudahkan mereka memahaminya
c.       mempersiapkan bangunan keyakinan qur’ani dengan landasan yang kokoh dan sempurna dalam menghilangkan kemusyirikan
d.      membangun umat menuju bentuk yang sejati
e.       meneguhkan hati mereka dan meringankan beban dalam perjuangan dakwah


Penulisan Al-Quran Pada Massa Rasullulah SAW
Mengenai Penulisan Al-Qur’an, sudah dimulai sejak zaman Rasul Saw menerima wahyu, para penulis itupun dipanggilnya untuk menulis dan mencatatnya di samping shahabat-shahabat yang menghapalnya. Tidak kurang dari 48 yang menjadi Juru tulis Nabi Saw adalah Zaid bin Tsabit. Sebelum Nabi Saw wafat, Al-Qur’an secara kesluruhan telah tampung penulisannya dengan urutan surah-surah dan ayat-ayat berdasarkan petunjuk Rasul sae sendiri. Penulisan pada masa rasul Saw ini masih menggunakan alat- alat yang sederhana, seperti pelepah kurma, lempengan-lempengan batu dan kepingan-kepingan tulang, sehingga sulit untuk dihimpun dalam satu kumpulan. Sedangkan tulisannya menggunakan huruf Kafi (huruf-huruf yang berbentuk garis lurus tanpa titik dan baris).

Pada Masa Khalifah Abu Bakar Sidiq
Pada masa Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq, atas usul Umar bin Khathab Al-Qur’an ditulis ulang dengan menggunakan lembaran-lembaran kertas atau suhuf. Suhuf yang bertulisan Al-Qur’an itu lalu diikat dengan benang sehingga membentuk satu mushaf (kumpulan lembaran). Penulisan dilakukan oleh Zaid bin Tsabit, dibantu oleh Ubay bin Ka’ad, Ali bin Abu Thalib, Utsman bin Affan dan beberapa shahabat qurr 9pembaca-pembaca) lainnya. Mushaf disimpan Abu Bakar sampai beliau wafat, dan ketika Ummar bin Khatab menjadi Khalifah, mushaf itu berada dibawah penguasaannya. Setelah Ummah bin Khatab wafat mushaf tersebut di simpan di rumah St. Hafsah (putri Ummar dan istri Rasulullah Saw.)

Penulisan Pada Khalifah Usman bin Affan
Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, timbul perbedaan pendapat di kalalngan ummat Islam mengenai masalah qiroah (cara membaca Al-Qur’an). Perbedaan pendapat ini bermula dari Rasul keapda qobilah-qobilah Arab yang ada pada masa itu untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an menurut lahjah (dialek) mereka masing-masing. Kelonggaran itu dimaksudkan oleh Rosul Saw agar mereka mudah menghafal Al-Qur’an.
Tetapi dalam perkembangan Islam kemudian, terutama setelah bangsa-bangsa yang memeluk Islam semakin beragam sebagai akibat dari bertambah luasnya daerah Islam, car membaca Al-Qur’an pun menjadi semakin bervariasi sesuai dengan dialek masing-masing. Hal inilah yang menimbulkan perselisihan masalah qiroah. Masing-masing kabilah menganggap dialeknya yang benar, sedangkan dialek lainnya salah.
Menanggapi hal ini shahabat Hudzaifah bin Yaman mengusulkan kepada Khalifah Utsman agar menetapkan aturan penyeragaman bacaan Al-Qur’an dengan membuat mushaf Al-Qur’an standar yang akan dijadikan bagi seluruh ummat Islam di berbagai wilayah.
Merespon usul Khudzaifah, Khalifah Utsman lalu membentuk lajnah (panitia) yang terdiri dari Zaid bin Tsabit sebagai ketua dengan anggota-anggotanya ialah Abdullah bin Zubair, Sa’id bin As Abdurrahman bin Harits. Utsman lalu meminjam mushaf yang tersimpan di rumah Hafsah dan memberkannya kepada panitia yang telah terbentuk.
Tugas utama panitia adalah menyalin mushaf kedalam beberapa naskah sambil menyeragamkan dialek yang digunakan, yaitu dialek Quraisy (Al Quraisy). Al-Qur’an yang telah disusun dialek yang seragam itu disebut Mushaf Utsmani. Semuanya berjumlah lima buah. Satumushaf disimpan di Madinah, empat mushaf lainnya dikirimkan ke Makkah, Suriah, Basrih dan Kuffah untuk disalin dan diperbanyak. Selanjutnya Khalifah Utsman memerintahkan agar mengumpulkan semua tulisan Al-Qur’an selain Mushaf Utsmani untuk dimusnahkan hanya boleh boleh menyain dan memperbanyak tulisan Al-Qur’an dari mushaf yang resmi, yaitu mushaf Utsmani.

6)      Fungsi dan Peranan al-Qur'an

Al-Quran sebagai petunjuk hidup
Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai mu'jizat bagi Rasulullah Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya dan bernilai abadi.
Sebagai mu'jizat, Al-Qur'an telah menjadi salah satu sebab penting bagi masuknya orang-orang Arab di zaman Rasulullah ke dalam agama Islam, dan menjadi sebab penting pula bagi masuknya orang-orang sekarang, dan ( insya Allah) pada masa-masa yang akan datang. Ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dapat meyakinkan kita bahwa Al-Qur'an adalah firman-firman Allah, tidak mungkin ciptaan manusia apalagi ciptaan Nabi Muhammad saw yang ummi yang hidup pada awal abad ke enam Masehi (571 - 632 M).

Al-Quran sumber berbagai infomasi
            Al-quran selain sebagai petunjuk hidup, ia juga sebagai sumber dari segala informasi, baik informasi tentang hukum, sejarah, kehidupan dunia, hari kiamat,kehidupan diakhirat, maupun sumber dari segala sumber ilmu pengetuhuan alam nyata dan alam gaib. Bahkan alquran merupakan sumber informasi ilmu pengetuhuan yang tidak akan pernah habis walaupun dikaji oleh manusia sejagat raya ini. Semakin dikaji alquran semakin banyak informasi yang tersirat dari alquran tersebut.

Al-quran sebagai obat
            Didalam Al-quran Al-Baqarah ayat 10, dijelasakan bahwa didalam hati mereka (orang-orang kafir/munafik) ada penyakit, lalu allah menambahkan kepada mereka penyakitnya. Yang dimaksud penyakit dalam ayat tersebut adalah penyakit kufur, nifak, dan fasik. Manusia yang teleh mengidap penyakit tersebut, mereka akan ditimpa penyakit berikutnya, yaitu penyakit dengki, dendam, dan benci terhadap kebenaran. Padahal kebenaran (al-haq) itulah kelak yang akan membawa pada kedamaian hidup. Mereka akan terjerumus dalam kebathilan (keburukan).                                                                                                         
Dalam kehidupan modern ini sering kita saksikan manusia mengalami kegelisahan yang teramat sangat, sehingga mereka menderita stress, dpresi dan tidak sedikit dari mereka kemudian mereka bunuh diri, menjadi gila dan menderita penyakit yang parah(akut). Yang demikianlah karena mereka menolak kebenaran (agama) dan tidak mau menjalani tuntunana agama.                                  Al-Quran turunkan oleh Allah SWT menjadi obat bagi hati manusia yang berpenyakit. Sesuai firman Allah SWT, QS. Al-Isra’ ayat 82:                            “’Dan Kmi turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”

6. KANDUNGAN AL-QURAN
Al-Quran yang terdiri dari 114 surat, 6265 ayat, 74.439 kalimat (kata) dan 323.015 huruf ini, memuat pokok-pokok berbagai hal didalamnya QS. Al’aam ayat 38, sempurna kandungannya QS. An nahl ayat 89, tetap terjaga keasliannya QS. Al hijr ayat 9, dan berlaku sepanjang masa (abadi).                                     Secara unum isi kandungan al-Quran terdiri atas:
F Pokok-pokok keyakinan/keimanan/akidah, yang melahirkan ilmu kalam, ilmu tauhid, atau ilmu teologi
F Pokok-pokok aturan atau hukum yang kemudian melahirkan ilmu hukum atau syari’at/ilmu fiqih
F Pokok-pokok tentang ibadah madhdah (pengabdian kepada Allah)
F Pokok-poko aturan tingkah laku (akhlaq)
F Petunjuk tentang tanda-tanda alam yang menunjukan adanya Allah. Dari sini dapat lahir ilmu pengetahuan
F Petunjuk tentang penggolongan kaya dan miskin
F Sejarah para nabi dan uamt terdahulu

7. Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan
            Al-Quran selain sebagai sumber hukum dan norma, juga sebagai ilmu pengetahuan, baik pengetahuan umum maupun agama, serta mendorong kepada umat manusia untuk menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut. Cukup banyak ayat-ayat Al-Quran baik yang tersurat maupun yang tersirat yang menganjurkan kepada umat manusia supaya menggali dan mengembankan ilmu pengetahuan.                                                                                                                              
Ayat al-quran yang pertama kali turun adalah surat Al-alaq ayat 1-5, yang mengandung perintah membaca, yakni menbaca ayat-ayat kauniyah (alam manusia berserta isinya) dan ayat-ayat qauliyah (Al-Quran), yang dengan menbaca ayat-ayat tersebut manusia dapat mengenal Allah melalui ciptaa-Nya. Dan dengan menbaca ayat-ayat itu juga manusia akan memperoleh pengetahuan yang luas. Dibagian lain secara tersurat Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan meniggikan drajat orang-orang yang beriman dan beilmu pengetahuan (QS. Al-Mujadilah ayat 11)                                                                                                    
   Penggunaan kata-kata ya’qilun (pengenalan potensi pikiran), yatafakkarun (pengembangan potensi fikir), yanzhurun (pengembangan potensi nalar), ya’lamun (pengembangan pengetahuan), dan ullul albab (pengembangan potensi pikir dan zikir secara seimbang) diberbagai ayat-ayat dalam Al-Quran secara tersingkat mendorong manusia menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Intinya bahwa Allah SWT menurunkan Al-Quran karena  menghendaki manusia unggul akalnya dan unggul pengetahuannya. Dua hal inilah yang kelak membawa manusia bahagia didunia dan bahagia diakhirat.

8. KEMUKJIZATAN AL-QURAN
Di antara ciri agama yang layak dianut di abad modern adalah bahwa agama tersebut dibawa oleh manusia pilihan ( yaitu Nabi) yang dikuatkan dengan mukjizat. Sebagian mukjizat nabi tersebut masih bisa kita saksikan sekarang ini, sehingga kita bisa membuktikan apakah agama tersebut benar-benar asli dari Pencipta atau tidak, dengan cara menentang mukjizat tersebut. Kalau mukjizat itu bisa kita kalahkan berarti bukanlah mukjizat.
Dalam pengetahuan agama, mukjizat bisa diartikan sebagai sesuatu yang luar biasa, muncul pada diri seorang yang mengaku menjadi Nabi, bersifat menantang dan tidak mungkin untuk ditandingi oleh siapapun. Kalau mukjizat bisa ditandingi oleh manusia tidak ada artinya mukjizat tersebut sebagai tanda kebenaran Rasulullah saw. Agama nantinya bisa dipalsukan oleh orang-orang yang mengaku menjadi nabi.
Agama islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Beliau dikuatkan dengan berbagai mukjizat seperti membelah bulan, Al Quran dsb. Mukjizat Nabi Muhammad saw yang masih bisa disaksikan adalah Al Quran . Al quran adalah mukjizat Nabi muhammad yang abadi sampai hari Kiamat.
Ciri-ciri kemukjizatan Alquran adalah : Dia merupakan kitab suci yang luar biasa hebatnya baik ditinjau dari segi keindahan susunan bahasa ataupun dari isinya. Dia diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw yang menantang semua orang kafir untuk menandinginya (lihat surat Al Baqarah 23-24 Yunus 37-39), tapi sampai sekarang tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya.
Al-Quran menantang orang-orang kafir yang ragu terhadap kebenaran Alquran untuk membuat suarat sepadan dengan Al Quran dari segi keindahan bahasa dan kebenaran isinya.
Kemukjizatan Al Quran menurut sebagian ulama terletak pada keindahan susunan kalimatnya dalam hal balaghah, fashahah dan keindahan ungkapannya. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Alquran terletak pada kesesuaian prinsip-prinsip al quran untuk seluruh umat manusia. Kalau seandainya prinsip-prinsip ajaran itu dari produk manusia atau produk masyarakat tertentu pasti tidak akan cocok untuk diterapkan sepanjang masa .
Sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Al Quran terletak pada pemberitannya tentang hal-hal ghaib. Misalnya, dalam surat Ali Imran disebutkan sbb.:
Artinya : Katakanlah kepada orang-orang yang kafir:” Kamu pasti akan dikalahkan di dunia ini dan akan digiring ke dalam neraka jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur) Segolongan berperang di jalan Allah dan segolongan lain kafir yang dengan mata kepala seakan-akan orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka . Allah menguatkan dengan bantuanNya siapa yang dikehendakiNya, Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati. ( Ali Imran 12-13)
Al-quran telah memberitakan akhir dari masyarakat di jazirah Arabia dengan kemenangan umat islam atas orang-orang kafir. Padahal saat diturunkannya ayat tersebut orang kafir Quresy dalam kondisi kuat luar biasa baik dari segi kualitas dan kuantitas dan kaum mukminin berada dalam kelemahan .
Lain dari pada itu ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa Kemukjizatan Al Quran terletak pada keindahan bahasanya yang amat mampengaruhi hati sanubari manusia. Banyak orang yang masuk masuk Islam karena mendengarkan bacaan Al Quran, seperti Umar Bin Khattab, Najasyi dsb.
Kemukjizatan Alquran juga bisa dilihat dari segi kandungan keilmuan di dalamnya. Al Quran telah menyebutkan berbagai hakekat ilmiyah yang belum ditemukan para ilmuwan saat itu seperti bulatnya bumi, bergeraknya semua benda-benda angkasa dsb.
Berdasarkan hal di atas para mufassirin berpendapat bahwa berita-berita tentang bumi, langit dalam al Quran akat tersingkap pada abad penemuannya dan sesunggunya berita yang dikandung Al quran merupakan berita dari Ilahi yang |Maha Mengetahui rahasia segala sesuatu.
Oleh sebab itu kita harus terus menggali kemukjizatan ilmiyah yang terkandung dalam Al Quran. Allah telah menyatakan dalam firmanNya yang artinya :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa AlQuran itu benar.” (Fushshilat 53)

9. METODOLOGI MEMAHAMI AL-QURAN
Terjamah
            Terjamah adalah menyalin atau memindahkan dari satu bahasa ke bahasa lain. Terjamah al-Qyran berarti menyalin/memindahkan dari bahasa Al-Quran ke bahasa lain. Secara umum ada 2 model: terjemah harfiah dan terjemah maknawiyah/tafsiran.                                                                                                                       Terjamah Harfiyah ialah menerjemahkkan makna “bahasa” Al-quran kata perkata kedalam bahasa lain sesuai dengan kemampuan dan daya serap penterjemah bahasa Al-Quran dan bahasanya sendiri.                               Terjemah maknawiyah ialah menerjemahkan makna “kandungan” bahsa Ak-Quran dengan tepat dan benar berdasarkan keyakinannya, meskipun terjemahannya itu secara harfiayah tidak cocok dengan teksnya. Terjemahan maknawiyah dari ayat diatas itu adalah : “Dan janganlah kamu terlalu kikir dan jangan terlalu pemurah”
Tafsir                                                                                                                                   
              Tafsir secara bahasa adalah penjelasan atau pengungkapannya. Menurut Az-Zamakhsyari, tafsir adalah pengetahuan untuk memahami kitabullah yang diturunkan oleh allah kepada Nabi Muhammad SAW dengsn menjelaskan makna-maknanya, mengeluarkan/menggali hukum-hukum dan hikmah-hikmahnya. Menurut Dr. Quraish Shihab ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam pentafsiiran yaitu:
a.                   Materi tafsir. Semua ayat tidak boleh ditafsir kecuali:                      
1)      Ayat yang tidak mengkin dijangkau pengertiannya, alif lam miim, shaad, dan qaaf diawal surat
2)      Ayat yang hanya diketahui secara umum artinya tetapi tidak dapat dijangkau kedalaman maknannya oleh pikiran manusia, seperti masalah metafisika
b.                  Orang menafsirkan harus memiliki syarat:
  1. Pengetahuan bahasa arab dengan berbagai bidangnya.
  2. Pengetahuan ilmu-ilmu Al-Quran dan sejarah turunnya, hadist-hadist Nabi dan ushul fiqh.
  3. Pengetahuan tentanng prinsip-prinsip keagamaan
  4. Pengetahuan tentang disiplin ilmu yang menjadi materi bahasan ayat.

Takwil                                                                                                                                     
               secara bahasa artinya mengembalikan, memalingkan. Secara istilah ialah mengembalikan makna suatu ayat kepada yang dikehendakinya, atau memalingkan makna asalnya dengan makna lain yang sejiwa dengannya. Al-Quran sendiri terkadang menyebut takwil dengn arti “mencari kebenaran”. Ulama tafsir mendefinisikan takwil sebagai:                                                                                  
a. Menerangkan/menjelaskan apa yang terdapat dalam kalimat, baik yang sesuai dalam teks/pun tidak                                                                                      
b. Memalingkan makna ayat kepada makna yang lebih kuat dari makna yang tampak. Seperti mengalihkan pengertian ”tangan” kepada “kekuasaan”. Perbedaan antara tafsir dan takwil ialah: tafsir menerangkan dari segi lafadz/kata (makna lahiriah) maenurut makna sebenarnya yang tidak tekstual, sedangkan takwil menjelaskan dari sudut makna batiniah.