BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang hewan diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hewan invertebrata (tidak punya tulang belakang) dan hewan vertebrata (punya tulang belakang). Adapun contoh-contoh hewan invertebrata yaitu bintang laut, cacing, laba-laba dll. Kemudian khusus untuk hewan vertebrata terdiri dari lima kelas yaitu pisces, amfibhi, reptil, aves, dan mamalia. Dilihat dari segi anatomisnya tentunya hewan-hewan yang termasuk hewan vertebrata tentunya memiliki persamaan dan perbedaan yang tentunya dapat dikaji melalui ilmu anatomi perbandingan. Segi anatomis dapat dilihat dari aspek jaringan, organ, dan sistem organ.
Seperti kita ketahui sistem organ merupakan kumpulan organ yang bekerja sama satu sama lain dan memiliki tujuan tertentu. Adapun contoh-contoh dari sistem organ antara lain sistem otot, sistem rangka, sistem pencernaan dan lain sebagainya. Tentunya segi anatomis pada sistem organ memiliki kompleksitas yang cukup banyak oleh karena itu penulis hanya membahas khusus tentang anatomi perbandingan saraf.
2. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu saraf dan perkembangannya.
2. Untuk mengetahui apa itu neuroglia
3. Untuk mengetahui anatomi perbandingan saraf
4. Untuk mengetahui anatomi perbandingan saraf otonom
BAB II
PEMBAHASAN
“SISTEM SYARAF ”
Sistem saraf (Nervous System) merupakan salah satu sistem organ yang ada di tubuh kita. layaknya sebuah sistem jaringan komunikasi, sel-sel saraf di setiap bagian dari tubuh memainkan peran dalam proses menanggapi rangsangan dan pengendalian otot-otot kita. Sistem saraf dibina lebih dari 80 jaringan saraf utama. Setiap jaringan saraf tersusun atas 1 juta neuron, yaitu unit fungsional sistem saraf (sel-sel saraf).
Neuron atau sel saraf memiliki bagian-bagian sel yang berbeda dengan tipe sel lainnya. Berikut bagian-bagian sel saraf beserta fungsinya dalam menghantarkan impuls (rangsangan) sebagai unit fungsional sistem saraf.
- Inti sel, merupakan struktur inti sel pada umunya yang di dalamnya terdapat asam nukleat (materi inti). Inti sel berperan sebagai pengatur segala aktifitas sel saraf.
- Badan sel (perykaryon), merupakan struktur utama dari sel saraf yang kaya akan sitoplasma dan di bagian tengahnya terdapat inti sel saraf. Badan sel berfungsi sebagai tempat metabolisme sel saraf.
- Dendrit, merupakan serabut pendek dan bercabang-cabang yang merupakan penjuluran badan sel pada badan sel. Dendrit berfungsi menerima dan menghantarkan rangsangan dari luar ke badan sel saraf.
- Neurit, merupakan serabut panjang hasil penjuluran badan sel yang mengandung struktur benang-benag halus yang disebut mikrofibril dan neurofibril. Mikrofibril dan neurofibril berfungsi untuk menjaga bentuk dan kepadatan sel saraf. Neurit atau yang sering dikenal akson memiliki peranan menghantarkan rangsangan dari badan sel saraf yang satu ke sel saraf lain. Rangsangan akan dihantarkan melalui akson dari satu sel saraf menuju dendrit dari sel saraf yang lain. Struktur neurit merupakan struktur yang lebih kompleks daripada dendrit. Neurit memeliki pembungkus yang disebut selaput myelin yang didalamnya terdapat sel Schwann. Bagian neurit yang tidak terbungkus oleh selaput myelin disebut nodus Ranvier.
Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron dan saraf, yang memainkan peranan penting dalam koordinasi. Pada makhluk yang tidak memiliki otak, sistem saraf tidak menghasilkan atau menjalankan pikiran, gerakan dan emosi (lumpuh). Hubungan sel saraf satu dengan yang lainnya berupa sambungan atau synopsis dari axon saraf ke dendrite sel sebelahnya dan dari sambungan akan keluar horman sebagai neurotransmitter.Rangsangan akan diteruskan dari sel saraf satu ke yang lainnya seperti jalannya listrik.. ujung saraf mengeluarkan neurotransmitter berupa acetylcoline sehingga saraf berikutnya terangsang dan rangsangan tersebut akan diteruskan kesaraf lain yang memiliki synapsis.
Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
@ Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
@ Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
@ Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
@ Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
@ Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.
Pembagian dua macam saraf berupa:
G Dilihat dari letaknya, ada 2 macam saraf ialah saraf pusat (central) dan saraf tepi (perife). Saraf pusat berupa otak besar, oatk kecil, sum-sum tulang belakang, dan truncus sympaticus yang ada dikanan kiri vertebra. Sedangkan saraf tepi adalah saraf yang keluar dari saraf pusat.
G Dilihat dari jalannya rangsang, maka ada 2 macam saraf ialah saraf afferent dan saraf efferent. Meskipun serabut-serabut saraf yang keluar dari saraf pusat tampaknya 1 bundel tetapi didalamnya ada 2 smacam serabut.
G Dilihat dari dapat dirasakan atau tidak, ada 2 macam saraf ialah saraf sensible dan saraf autonom.
G Dilihat dari fungsinya, ada 2 macam saraf ialah saraf penerima rangsang atau sensoris dan saraf penggerak atau motoris. Alat khusus yang dapat menerima rangsang disebut reseptor, sedang yang menerima saraf penggerak disebut affektor.
Fungsi saraf ialah pusat pengatur, penerima rangsang, penghubung rangsang (transmisi), penggerak, maupun pusat kesadaran dan emosi (psychologis). Pada umumnya jalannya pacu dimulai dari penerima rangsang dilanjutkan kepusat, pada proses, dan kemudian menuju kepenggerak.
Panca indra adalah alat sensoris (penerima rangsang) dan dapat disadari (sensible). Macam-macam panca indra :
è Indara penglihat
è Indra pembau
è Indra pengecap
è Indra pendengar
è Indra perasa.
Indra perasa ini termasuk indra yang rangsangannya dari luar mauupun dari dalam. Sebenarnya ada saraf autonom juga berlaku proses seperti saraf sensible, tetapi seseorang tidak dapat merasakannya. Kenaikan kadar CO2 dalam darah tidak dapat dirasakan oleh saraf sensible tetapi diterima oleh indra yang tak termasuk bisa dirasakan dan akan ada proses yang terjadi misalnya kenaikan frekuensi nafas. Secara anatomi saraf akan tampak otak besar, otak kecil, sum-sum tulang belakang, saraf yang keluar dari otak dan sum-sum tulang belakang yang berupa serabut saraf yang terdiri dari banyak serabut, akhiran saraf berupa receptor maupun effektor.
A. SARAF SADAR
Saraf sadar adalah jaringan saraf yang dapat disadari/dirasakan/dikehendaki. Nama lain dari saraf ini ialah saraf sensible. Sensible berarti sense dan able, artinya dapat dirasakan. Baik sadar maupun tak sadar, pada umumnya ada 3 hal penting yaitu receptor (alat penerima rangsang), pusat, effektor (alat penerima perintah gerak). Dari ketiga hal penting tersebut ada jaringan saraf yang berupa serabut saraf penghubung antara kegga bagian tersebut berupa serabut yang keluar dari otak maupun dari sum-sum tulang belakang, ialah antara receptor pusat dan pusat effektor.
Nama serabut saraf dari receptor ke pusat disebut serabut afferent, sedangkan serabut saraf yang membawa rangsang dari pusat ke effektor disebut serabut efferent. Effektor saraf sadar hanya berupa akhir saraf di otot sebagai penggerak otot, sehingga otot kadang-kadang disebut ppula sebagai effektor saraf sadar.
Saraf penglihat : receptor berupa retina yang terletak pada bola mata bagian belakang. Fungsi retina ialah menerima rangsangan berupa sinar yang masuk kedalam mata dan terjadilah proses perubahan diretina berupa rangsang dan rangssang ini dibawa oleh nervous opticus untuk menuju otak dan dipersepsi sebagai melihat benda. Jadi fungsi mata ialah melihat. Fungsi lain dari mata ialah melihat 3 dimensi dan mempengaruhi keseimbangan tubuh. Melihat 3 dimensi ini penting sebab dengan melihat 3 dimensi seseorang dapat memperkirakan jarak benda tersebut dengan dirinya. Dalam mempengaruhi keseimbangan tubuh fungsi mata dapat mengakibatkan lebuih stabil dan lebih labil.
Saraf pendengar : saraf pendengar akan dapat memperkirakan asal suara dengan mendengarkan dan fungsi kedua telinga atau alat pendengar baik. Receptor saraf pendengar berupa ujung saraf yang ada ditelinga bagian dalam berupa organ corti. Pertama suara akan menyebabkan membrana tympani atau selaut gendang telinga bergetar, dan getaran suara akan dibawa oleh tulang maleus, incus, dan stapes. Stapes ini akan menggerakkan vestibulla yang berisi cairan dan akhirnya akan menggerakkan organ corti, kemudian rangsangan akan dibawa oleh nervous auditorius menuju pusat dan dipersepsikan sebagai suara yang didengar.
Saraf kinaestesi : merupakan salah satu dari saraf perasa. Kine berarti gerak, aestisi berati rasa, jadi kineastesi berati rasa gerak. Receptornya berupa ujung saraf yang ada tendo, otot, dan perrsendian. Fungsi kinaestesi ini diantu oleh fungsi otak kecil (cerebellum), sehingga kerusakan pada otak kecil akan berakibat hampir sama dengan kelainan fungsi receptor.
Saraf keseimbangan : merupakan saraf yang jalannya bersama-sama dengan saraf pendengaran. Receptornya terletek tidak jauh dengan receptor pendengaran, tepatnya terletak pada telinga bagian dalam pada bangunan semicircular canal yang berakhir pada ampula. Di Ampula inilah terdapat receptor yang disebut crista. Yaang terdiri dari sel berambut dan memiliki otolith. Dalam semicircular terdapat cairan endolympe yang bisa mengalir jika kepala diputar. Fungsi utama dari recetor crista ialah untuk keseimbangan. Fungsi lainya adalah merasakan adanya perlambatan, percepatan, dan gerak putar.
Refleksi adalah jawaban terhadap rangsang yang tak disadari. Dan Reaksi adalah jawaban terhadap rangsang yang disadari. Dilihat dari batasan, reflek jelas bahwa jawaban atas rangsang tidak melewati pusat kesadaran, sedangkan reaksi merupakan jawaban atas rangsang pasti melewati pusat kesadaran lebih dahulu. Kalau waktu sadar mendahului waktu jawaban maka jawaban akan rangsang tersebut adalah reaksi, sedangkan kalau waktu sadar setelah waktu jawaban, jawaban atas rangsang tersebut adalah refek.
Ada beberapa kriteria untuk membedakan reflek dan reaksi:
1. Perjalan waktu setelah ada rangsang : waktu reflek cepat, sedang turun reaksi lebih lambat.
2. Macam gerakan : gerakan reflek monotor, sedang gerakan reaksi komplek sesuai dengan kemauan.
3. Kesadaran : reflek pada umumnya sadar setelah jawaban, sedang reaksi sadar sebelum jawaban.
4. Fungsi : reflek umumnya berfungsi perlindungan, sedang reaksi berfungsi tidak hanya sekedar perlindungan.
5. Ajar atau latih : reflek tidak perlu diajar, sedangkan reaksi harus diajarkan.
Waku reaksi adalah lama waktu yang dipakai untuk menjawab rangsang setelah ia menerima rangsang. Rangsang ini umumnya berupa aba-aba ataupun setelah ia melihat sesuatu. Normal waktu reaksi kurang lebih 0,18 detik. Waktu reaksi dipengaruhi oleh:
è Sex, laki-laki lebih cepat dari perempuan
è Umur, orang tua lebih lamban
è Macam rangsang, suara lebih cepat dari rangsang sinar
è Kondisi, kelelahan menyebabkan reaksi lamban
è Keterlatihan, orang terlatih lebih cepat
è Type rangsang, rangsang bersarat menyebabkan lebih lambann
Hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan reaksi:
C. SARAF TAK SADAR
Saraf tak sadar disebut juga saraf autonom. Ada 2 macam saraf otonom : saraf sympatis dan syaraf parasympatis, biasanya kerja kedua saraf tersebut berlawanan. Seperti halnya saraf sadar ada 3 hal penting yang harus diketahui: receptor, pusat, faktor. Receptor saraf otonom antara lain: baroremeter merecepto, thermoreceptor maupun receptor lain yang tidak bisa dirasakan oleh kesadaran.
Pusat saraf sympatis berupa untaian simpul saraf yang ada dikanan kiri vertebra atau truncus sympaticus, sedangkan pusat saraf parasympatis ada di otak dan sum-sum tulang belakang bagian bawah. Karena jawaban atas rangsang terhadap receptor dan rangsangannya dibawa kepusat sympatis atau parasympatis, setelah itu rangsang dijawab dan dibawa oleh serabut efferent otonom menuju affektor tanpa melalui pusat kesadaran, maka jawaban tersebut pasti merupakan reflek. Sifat saraf sympatis terhadap jantung adalah memacu, pembuluh tepi darah melebarkan.
Fungsi Saraf Otonom
Sistem Saraf Parasimpatik | Sistem Saraf Simpatik |
· Mengecilkan pupil · Menstimulasi aliran ludah · Memperlambat denyut jantung · Membesarkan bronkus · Menstimulasi sekresi kelenjar pencernaan · Mengerutkan kantung kemih | · Memperbesar pupil · Menghambat aliran ludah · Mempercepat denyut jantung · Mmengecilkan bronkus · Menghambat sekresi kelenjar pencernaan · Menghambat kontraksi kandung kemih |
Contoh Gejala saraf tak sadar:
Seseorang kemungkinan melakukan gerakan yang melibatkan tangan, kaki, atau daerah lain. Gerakan tersebut meliputi:
* Gerakan yang berulang
* Dorongan yang sangat kuat untuk membuat gerakan
* Gerakan meliputi:
è ---Berkedip
è ---Mengepalkan kepalan tinju
è ---Hidung melebar
è ---Menyeringai
è ---Menyentak lengan
è ---Menendang
è ---Membuka mulut
è ---Menaikkan alis
è ---Mengangkat bahu
è ---Menjulurkan lidah
* Mendengus
* Mendesis
*Mengerang
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1. Sistem saraf terbagi ke dalam sistem saraf sadar, reflek dan reaksi dan saraf tak sadar atau saraf autonom.
2. Neuroglia (berasal dari nerve glue) mengandung berbagai macam sel yang secara keseluruhan menyokong, melindungi dan sumber nutrisi sel saraf (neuron) pada otak dan Medulla spinalis. Neurolemma adalah membran sitoplasma halus yang dibentuk oleh sel-sel Schwann yang membungkus semua neuron SST (bermyelin atau tidak bermyelin). Neurolemma merupakan struktur penyokong dan pelindung bagi tonjolan saraf. Adapun anatomi perbandingan dari medulla spinalis, sebagai berikut: Amphioxus, Cyclostomata, Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves , Mammalia. Anatomi Perbandingan dari nervi spinalis, sebagai berikut: Amphioxus, Cyclostomata, Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves , Mammalia.
3. Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion.


